Pengaruh Gaya Resolusi Konflik dan Penyesuaian Perkawinan Dengan Kebahagiaan Pada Pasangan Suami Istri yang Menjalani Hubungan Jarak Jauh

Authors

  • Rina Rifayanti Mulawarman University image/svg+xml
  • Diana Diana Universitas 17 Agustus Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.30872/psikostudia.v8i1.2385

Keywords:

resolusi konflik, penyesuaian perkawinan, kebahagian pasangan, hubungan jarak jauh

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya Resolusi Konflik Dan Penyesuaian Perkawinan Terhadap Kebahagiaan Pada Pasangan Suami Istri Yang Menjalani Hubungan Jarak Jauh. Jenis penelitian dari tesis ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang karyawan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji regresi model penuh. Teknik analisis data menggunakan SPSS versi 20 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya resolusi konflik, penyesuaian pernikahan, dan kebahagian memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan nilai F hitung = 22.605 > F tabel = 3.09, R2 = 0.318, dan p = 0.000 < 0.050. Kesimpulan pertama, Ada pengaruh gaya resolusi konflik dan penyesuaian perkawinan ter-hadap kebahagiaan pada pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh. Kedua, Ada pengaruh gaya resolusi konflik terhadap kebahagiaan pada pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh. Ketiga, Ada pengaruh penyesuaian perkawinan terhadap kebahagiaan pada pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh.

References

Abdel-Khalek. (2006). Health, and Religiosity: Sig-nificant Relations. Journal of Mental Health, Re-ligion, and Culture. No. 9 (1), 85-97.

Ahmad, Zulkifli. (2011). Dampak Sosial Pernikahan Dini Studi Kasus di Desa Gunung Sindur-Bogor. Jakarta: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Uni-versitas Islam Negri Syarif Hidayatullah.

Ali, Mohammad. (2004). Psikologi Remaja Perkem-bangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Andjariah, Sri. (2005). Kebahagiaan Perkawinan Ditinjau Dari Faktor Komunikasi Pada Pasangan Suami Istri. Jurnal Psikologi. 1 (1) 45- 57.

Bahana, Omega Nilam. (2015). Penyesuaian Per-nikahan dengan Pasangan dan Makna Per-nikahan pada Perempuan yang dijodohkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi. Universitas Sanata Dharma.

Carr. (2004). Positive Psychology the Science of Hap-piness and Human Strengths. New York.

Chudori, Human Santoso. (2000). Liku-Liku Perkawinan. Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara (PUSPA SWARA).

Deswita. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Dewantara, Nur Dhiny. (2012). Kebahagiaan Sejati (aunthentic Happiness) Remaja dengan Latang Belakang Broken Home. (Studi Kasus di Panti Asuha Nurul Abyadh Malang). Skripsi Universi-tas Islam Negeri Malang.

Fearnley, Alyson (2000). The Baby and The Mar-riage: Identifying Factors That Buffer Against Decline in Marital Satisfaction After the First Baby Arrives. Journal of Family Psycology. 14 (1): 59-70.

Gladiani Deary Tachira. (2013). Studi Deskriptif Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Pernikahan pada Wanita Kelompok Arisan di Kota Bandung. Bandung: Fakultas Psikologi. Universitas Islam Bandung.

Gradianti, T. A., & Suprapti, V. (2014). “Gaya Penyelesaian Konflik Perkawinan Pada Pasangan Dual Earner”. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan. 3 (3).

Hurlock, E.b. (2002). Psikologi Perkembangan 5th edition. Erlangga: Jakarta.

Mindes, Gayle. (2006). Teaching Young Children Social Studies. United States of America: Praeger Publishers.

Nainggolan, Ristawanti. (2003). Hubungan Antara Penyesuaian Diri Pada Perkawinan dan Kepua-san Perkawinan. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas San-ata Dharma.

Natalia & Iriani. (2002). Penyesuaian Perempuan Non-Batak terhadap Pasangan yang Berbudaya Batak. Jurnal Ilmiah Psikologi. 9 (7): 27-36.

Rofi’udin. (2013). Konsep Kebahagiaan Dalam Pandangan Psikologi Sufistik. Tesis.Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah (UMY).

Sabre Kanchan, (2006). Marital Adjustment among Women: A Comparative Study of Nuclear and Joint Families. The International Journal of Indian Psychology. 3 (2): 28-36.

Santrock, John. (2002). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup Edisi Kelima jilid 2 terjemahan Juda Damanik. Jakarta: Erlangga.

Sarwono, (2005). Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Seligman, M.E.P. (2002). Penerjemah Nukman Y. E. Authentic happiness: Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif: Penerbit Mizan.

Seligman, M.E.P. (2005). Positive Psychologi Pro-gress Empirical Validation of Intetrventions: American Psychologist.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wahyudi. (2009). “Model Resolusi Konflik Pilkada”. Jurnal Salam. 12 (2).

Wahyuningsih, Hepi. (2005). Penyesuaian Perkawi-nan Pasangan Suami Istri Dewasa Muda Ditinjau dari Kecerdasan Emosional dan Umur Perkawi-nan. Jurnal Anima. 20 (4).

Downloads

Published

2019-06-26